Pengalaman saya
menjadi mahasiswa, saya belajar mengenai ilmu lewat buku-buku. Karena bila
mengandalkan dosen untuk mendapatkan mengenai ilmu tertentu sangat minim
didapatkan. Untuk itulah dalam mahasiswa belajar, maka harus melahap banyak
ilmu.
Sayangnya, mahasiswa
yang cerdas pun kebanyakan tidak bisa tuntas membaca buku. Mereka belajar hanya
beberapa bab saja lalu sudah. Atau sistem bacanya yang disingkat-singkat tiap
babnya. Jarang ada yang membaca banyak buku lalu dihabiskan semua dan setelah
itu di buat catatan penting. Jarang ada mahasiswa belajar seperti ini.
Memang masalah besar
orang Indonesia mengenai pendidikan adalah enggan membaca buku. Masalah yang klasik adalah karena faktor
tulisan dan banyaknya tulisan.
Saya adalah salah
satu mahasiswa yang sudah pengalaman membaca beberapa buku, kira-kira 8, sampai
selesai semua dalam waktu cepat dan sedang. Namun setelah itu, daya membaca
saya berkurang… jarang membaca buku sampai selesai lagi.
Apakah ada mahasiswa
yang membeli banyak buku dan setelah sampai di rumah, buku itu hanya dijadikan
pajangan dan hanya dibaca beberapa bagian saja?
Bila mahasiswa belajar tidak mampu untuk melahap semua buku, apakah bisa dianggap agen of
change alias agen perubahan? Ya terserah penilaian orang saja.
Saya katakan begini,
bila mahasiswa dalam belajar tidak sanggup membaca banyak buku sampai selesai,
maka harus dialihkan pada pembelajaran praktek. Karena pembelajaran praktek
lebih ke pada kesiapan skill kerja mahasiswa. Inilah yang sering saya lakukan.
Pembelajaran praktek
lebih efektif dan sebagai solusi bila memang mahasiswa tidak mampu belajar
maksimal lewat membaca.

1 comment for "Mahasiswa Belajar Tak Tuntas Membaca"
oia skalian salam kenal yhh :)