Saya teringat waktu
sedang berlangsung proses belajat-mengajar, ada mahasiswa yang seenaknya masuk
kelas dan seenaknya keluar kelas.
Waktu itu dosen
sedang mengajar alias menyampaikan beberapa materi. Tiba-tiba ada mahasiswa
(kebetulan memang teman sekelas saya) masuk kelas dengan sangat terlambat. Hal
ini mungkin wajar karena kebanyakan mahasiswa sering melakukan hal ini.
Tak lama kemudian,
tiba-tiba mahasiswa yang baru masuk itu keluar lagi tanpa pamit sama dosen.
Kebetulan dia adalah seorang aktifis mahasiswa di salah satu organisasi ekstra.
Saya bertanya, “Apakah ini gaya belajar ala orang dewasa dan ala aktifis?”
Saya tidak perlu
mengkritik dalam pembahasan ini.
Saya ingin
menjelaskan sebuah logika. Begini, bila mahasiswa belajar ilmu, darimana
ilmunya? Hal ini saja sudah jelas akan terjawab bahwa ilmunya dari seorang yang
berilmu. Bila ilmunya dari seorang yang berilmu maka tentu harus menghargai
orang yang memberi ilmu.
Orang berilmu di sini
bisa seorang dosen/guru atau orang lain yang memberikan ilmu. Menghormati
guru/dosen itu sangat penting bila ingin mendapatkan ilmunya. Bila mahasiswa belajar tidak menghormati, bagaimana mau menerima ilmu yang sudah dikasihnya?
Bolehlah mahasiswa belajar menggunakan gaya belajar orang dewasa. Tetapi bukan berarti tidak ada
sikap baik sama dosen. Kalau sudah ceritanya seperti kasus mahasiswa di atas,
sungguh bukan gaya belajar dewasa.

Post a Comment for "Mahasiswa Belajar Menghormati Dosen"