Kegiatan mahasiswa belajar tidak lepas dari kegiatan nulis-menulis. Sehingga alangkah baiknya bila
mahasiwa itu mengambil fakultas yang bisa untuk menuangkan pikiran ke dalam
tulisan, maka mahasiswa harus belajar tulis-menulis. Terkecuali mahasiswa
spesifikasi seperti arsitek, pemrograman, atau lainnya maka sulit untuk
kegiatan menulis.
Misalnya mahasiswa belajar di fakultas pendidikan. Maka alangkah baiknya mahasiswa belajar menulis
mengenai pendidikan. Banyak hal-hal yang perlu dibahas dalam masalah pendidikan
sesuai kadar dan ide pikiran mahasiswa.
Mahasiswa fakultas
sosial-politik pun bisa dilakukan untuk kegiatan tulis-menulis. Mahasiswa
seharusnya jangan selalu banyak ngomong untuk memprotesi atau bahasa halusnya
memperbaiki keadaan politik dan kenegaraan. Seharusnya mahasiswa harus banyak
belajar mengungkapkan ide-ide pikiran mengenai sosial-politik lewat tulisan.
Mahasiswa fakultas
bahasa pun sangat dan bahkan harus menjadi contoh untuk mahasiswa lain dalam
belajar menulis. Kenapa mahasiswa fakultas bahasa justru dikalahkan tulisannya
oleh fakultas lain? Kan ini gambaran betapa amaliah ilmu nilainya nihil di
pendidikan Indonesia ini.
Saya katakan bahwa
kegiatan menulis adalah sebagai kegiatan untuk menujukkan bahwa dirinya agen
perubahan setelah mereka pun aktif dalam mengemukakan pendapat lewat mulut.
Mahasiswa yang hanya
belajar mengemukakan pendapat lewat mulut, maka belum tentu bisa bila disuruh
menulis. Tetapi mahasiswa yang mahir menulis, tatkala berbicara sepatah dua
patah pun akan menunjukkan kualitas ucapannya.
Hal yang penting bila
mahasiswa belajar menulis adalah fokuskan spesifikasi menulis. Bila memang
ingin mahir mengenai menulis tema pendidikan, ya harus fokus menulis dalam hal
ini.

Post a Comment for "Mahasiswa Belajar Menulis"