Mahasiswa belajar
menjual karya tulis, memang bisa dilakukan dengan membuka self publising.
Mahasiwa bisa melakukan penawaran terhadap penulis-penulis produktif untuk
membuat karya tulis atau karya dirinya sendiri. Setelah itu melakukan
penerbitan dan pencetakan.
Namun melakukan hal
ini membutuhkan modal besar dan harus sudah memiliki pengalaman dalam hal
penerbitan dan percetakan. Dalam hal ini kegiatan mahasiswa belajar menjual
karya tulis akan terhambat.
Ada solusi lain untuk mahasiswa belajar menjual karya tulis. Mahasiswa bisa belajar menjual karya tulis bukan bersifat fisik. Bila buku
bersifat fisik berarti medianya kertas. Bila buku non fisik berarti medianya
adalah digital yang disebut e-book (buku elektronik) atau softcopy.
Dalam hal ini,
mahasiswa bisa melakukan kerjasama dengan para penulis produktif untuk membuat
karya tulis dan mahasiswa sebagai penyedia penjualan dan penjual. Atau
mahasiswa sendiri membuat karya tulis untuk dijual.
Hal yang penting
dilakukan mahasiswa dalam belajar menjual karya tulis adalah menjual
mengandalkan internet. Hal ini penting demi menangkap pasar yang cukup besar.
Memang bisa menjual secara ofline walau lewat media situs website walau
pasarnya terbatas.
Hal penting lainnya
yang harus dilakukan mahasiswa dalam menjual karya tulis yang bukan berbentuk
fisik dan dijual lewat internet adalah karya tulis yang dijual berupa How-To
alias solusi praktis pemecah masalah.
Rata-rata orang yang
mencari informasi di internet adalah ingin mendapatkan solusi untuk memecahkan
masalah secepatnya. Untuk itu mahasiswa belajar membuat karya tulis yang
sifatnya solusi praktis pemecah masalah untuk menghilangkan masalah orang kalau
bisa secepatnya.

Post a Comment for "Mahasiswa Belajar Menjual Karya Tulis"