Mahasiswa Belajar Berpikir


Mahasiswa Belajar Berpikir
Sistem belajar mahasiswa adalah menggunakan sistem belajar orang dewasa. Artinya, mahasiswa dalam belajar harus lebih bisa membimbing dirinya sendiri. Dalam hal ini, mahasiswa belajar 30% dari dosen dan 70% belajar hasil pencarian dirinya. Walau demikian tidak berarti harus menolak bila dibimbing oleh dosen. Hal ini salah.

Dan bila sudah masuk ke ranah belajar orang dewasa maka yang ditekankan adalah proses belajar berpikir. Memang manusia itu berpikir. Tetapi maksud mahasiswa belajar berpikir disini adalah berpikir sesuai stantar logika dengan mematuhi aturan-aturan berpikir.

Membaca ilmu tentang logika adalah hal yang penting. Banyak mahasiswa yang tidak pernah mencoba untuk belajar tentang ilmu logika padahal mahasiswa itu sudah aktif dalam dunia berbicara seperti diskusi.

Suatu ketika saya sedang mengadakan diskusi di kelas yang diadakan untuk memenuhi tugas perkuliahan.

Ada suatu pembahasan mengenai arti “istri itu seperti lahan untuk bercocok tanam. Maka datangilah arah darimana saja.”

Namun ada satu mahasiswa yang mengatakan bahwa kalimat di atas itu menunjukkan proses pencarian istri yang bisa dilakukan dari arah mana saja. Dan kebanyakan mahasiswa menyutujui ucapan ini.

Dari segi pembicaraan salah satu mahasiswa yang panjang lebar yang terkesan wah ternyata dangkal makna bahkan bertentangan dengan kalimat yang sedang dibahas. Seharusnya titik tekannya adalah kata “istri”. Bila kata istri tidak mungkin dalam keadaan tidak punya suami. Kalau sudah nikah namun tidak punya suami berarti janda. Bila belum menikah berarti disebutnya adalah gadis atau wanita.

Inilah contoh bahwa perlu mahasiswa belajar ilmu logika. Agar dalam hal sepele tidak sampai menyalahi hal yang masuk akal.

Memang mahasiswa itu pandai-pandai berpikir apalagi aktifis mahasiswa, katanya… Tetapi pikiran manusia bisa mengalami sakit yang membuat buntu. Maka solusi terbaik untuk mengobatinya adalah menggunakan ilmu logika.

Post a Comment for "Mahasiswa Belajar Berpikir "