Mahasiswa Belajar Berbicara


Mahasiswa Belajar Berbicara
Dalam kontek ini, saya maksudkan bagi mahasiswa yang belajar di fakultas yang ada wadah untuk kegiatan pemikiran. Hal ini tidak begitu berlaku bila mahasiswa belajar di fakultas yang bersifat teknis seperti arsitek, dan sebaganya.

Hal ini berlaku bagi mahasiswa fakultas pendidikan, fakultas filsafat, fakultas sosial-politik, fakultas lainnya yang lebih menonjolkan analisis pikiran…

Kenapa mahasiswa perlu belajar berbicara?

Karena memang hal inti kedua untuk menuangkan pemikiran setelah menulis adalah berbicara.

Mahasiswa harus belajar menulis, ya. Mahasiswa harus belajar berbicara, ya. Kedua-duanya harus mahasiswa kuasai. Karena dengan berbicara maka akan bisa bersosialisasi dengan masyarakat untuk bersama-sama menyelesaikan masalah.

Bila sudah memasuki wilayah rill kemasyarakatan maka mau tidak mau mahasiswa tersebut harus bisa mengemukakan sesuatu lewat pembicaraan. Bila mahasiswa tidak pandai mengemukakan sesuatu lewat pembicaraan maka hal ini akan dianggap buruk di mata maysarakat.

Bila mahasiswa A tidak pandai berbicara, apakah harus mengarahkan pendengar untuk membaca hasil tulisan mahasiswa A? Hal ini konyol.

Mahasiswa belajar berbicara bukan belajar mengetahui tetapi belajar menguasai. Bila mengetahui, maka tidak ada proses praktis berbicara. Bila menguasai maka ada proses praktis berbicara.

Bila ingin mahasiswa itu mahir berbicara, maka manfaatkan ruang diskusi untuk sekedar praktek berbicara. Karena kegiatan yang sering ditekankan dalam mahasiswa belajar adalah kegiatan berdiskusi.

Post a Comment for "Mahasiswa Belajar Berbicara"