Banyak yang
mengejar-ngejar ilmu sampai setinggi langit. Memang hal ini penting bahkan
lebih baik dari mengamalkan ilmu. Karena bila kita mau mengamalkan sesuatu
harus tahu dulu ilmunya. Namun untuk memuliakan seseorang berilmu maka harus
mengamalkan ilmu.
Mahasiwa belajar
harus memikirkan dua hal yaitu mencari ilmu dan mengamalkan ilmu.
Bila mahasiswa
belajar di fakultas bahasa, minimal adalah berkegiatan menulis untuk dirinya
sendiri. Selebihnya untuk pekerjaannya, misal di perusahaan penerbitan atau
lainnya.
Bila mahasiswa belajar di fakultas pendidikan, ya minimal membuka les pengajaran mengenai mata
pelajaran biologi dengan menerapkan ilmu pengajaran. Hal sederhana seperti ini
banyak yang diabaikan mahasiswa pendidikan. Selebihnya, ya mengajar di lembaga
pendidikan.
Bila mahasiswa
belajar di fakultas kedokteran, ya minimal memanfaatkan sedikit ilmunya untuk
mengobati orang lain dengan pengobatan yang tidak membutuhkan alat-alat seperti
alat suntik atau lainnya. Selebihnya mengamalkan ilmu di dunia kedokteran.
Intinya yang harus
ditekankan dalam kegiatan mahasiswa belajar adalah bahwa ilmu tanpa amal
seperti pohon tanpa buah dan seperti buah tanpa pertumbuhan pohon.
Dalam mengamalkan
tentang ilmu ada dua jenis:
1. Mengamalkan ilmu itu sendiri: contohnya jadi dokter,
jadi guru, jadi pebisnis
Mengamalkan ilmu
jenis ini benar-benar mengamalkan sesuai yang ilmu mau. Bila mengerti ilmu
kedokteran, berarti amaliahnya adalah mengobati seseorang.
Bila mengamalkan ilmu
maka seperti pohon yang sudah berbuah. Sehingga statusnya hal yang dihasilkan.
2. Beramal dengan ilmu
Beramal dengan ilmu
bukan dikatakan mengamalkan ilmu yang sesunguhnya. Bisa dikatakan ini sebagai
proses berbagi ilmu, mengajarkan ilmu. Yang biasa dilakukan adalah kegiatan
mengajar lewat lembaga pendidikan.
Beramal dengan ilmu
bisa dikatakan seperti buah yang di tanam. Sehingga statusnya pelestarian.

Post a Comment for "Mahasiswa Belajar Berilmu dan Beramal"